Mengajarkan Disiplin Pada Anak Semenjak Dini

lili 0

Mengajarkan disiplin semenjak dini akan membantunya menjadi orang sukses ketika besar nanti. Berikan nutrisi dengan gizi seimbang dan susu Morinaga Platinum agar otak anak berkembang baik

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi anak dengan gizi yang seimbang, menanamkan nilai-nilai baik juga diperlukan pada masa tumbuh kembang anak. Asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan susu Morinaga Platinum adalah pemenuhan agar tubuh anak selalu sehat, kuat dan membantu perkembangan otak anak dengan baik. Namun, mengajarkan tentang disiplin, budi pekerti dan nilai-nilai yang baik, juga tidak kalah diperlukan untuk perkembangan jiwanya.

Berbicara tentang disiplin, sebaiknya Anda sudah mengajarkan tentang disiplin semenjak dini. Disiplin bukan hanya berbicara mengenai kepatuhan dalam melaksanakan kegiatan tepat waktu dan melakukan dengan cara sebaik-baiknya. Namun juga bisa mengajarkan anak untuk mengikuti dan menghargai aturan yang berlaku. Selain itu, hal ini juga mampu menanamkan rasa tanggung jawab dan mengelola emosi anak.

Melatih Disiplin Anak Semenjak Dini

Mengajarkan disiplin memang perlu dilakukan semenjak usia dini. Namun, Anda sebagai orang tua juga harus mengerti menyesuaikan disiplin sesuai usianya. Dalam artian, Anda perlu menerapkan sikap disiplin sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Misalnya saja, jika usia anak sudah melewati 3 tahun, ada beberapa cara untuk melatih disiplin mereka.

Aturan untuk rutinitas harian

Di usia anak yang sudah berusia 3 tahun, anak sudah bisa diajarkan untuk disiplin. Tidak perlu melakukan peraturan yang berat. Anda bisa memulainya dengan mengajarkan mereka untuk membersihkan mainannya sendiri dan merapikan tempat tidur.

Aturan ini akan membantunya untuk belajar bertanggung jawab atas kebutuhannya sendiri. Ini juga bisa menjadi dasar baginya untuk mengatur keterampilan manajemen diri.

Berikan konsekuensi

Membuat aturan juga harus disertai dengan konsekuensi. Jika dia melanggar aturan yang telah ditetapkan, berikan dia konsekuensi yang sesuai.

Tidak jarang hal ini membuat anak sedih dan berontak. Namun, orang tua harus tegas karena hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa tanggung jawab pada dirinya.

Anak juga akan belajar memahami, konsekuensi yang ada dihadirkan agar anak tidak mengulangi pelanggaran atau kesalahan yang telah dibuatnya.

Memberi hadiah

Disiplin bukan hanya menerapkan aturan dan mengajarkan apa itu konsekuensi. Namun, Anda juga perlu memberikan apresiasi atas aturan yang mereka patuhi.

Apresiasi ini bisa dalam bentuk hadiah atau pujian atas apa yang dilakukannya.

Dengan mengapresiasi yang dilakukannya, anak akan merasa apa yang dilakukannya tidak sia-sia dan bisa menjalankan aturan dengan perasaan senang.

Mengajarkan empati

Dalam masa pembelajarannya melakukan disiplin, kerap kali anak bisa membuat kesalahan pada mulanya. Sebaiknya, Anda tidak perlu langsung memberikan hukuman, tetapi juga melatihnya untuk merasakan empati dari apa yang mereka perbuat.

Jika rasa empati tumbuh dalam diri anak, mereka akan belajar untuk memahami orang lain yang dirugikan atas perbuatannya.

Hal yang Perlu Dilakukan Dalam Mengerjakan Disiplin

Sebelum mengajarkan disiplin pada anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulainya.

Konsisten

Dalam menerapkan disiplin, sebaiknya Anda sebagai orang tua konsisten dalam melakukannya. Hal ini untuk menghindari kebingungan yang bisa terjadi pada anak. Jika satu waktu Anda menerapkan disiplin, jangan mudah goyah hanya karena anak terlihat sedih atau membuat sikap yang membuat Anda tidak tega.Disiplin dan konsekuensi harus diterapkan dengan tegas.

Jadi teladan

Anak adalah peniru yang ulung. Pasti Anda sudah sering mendengar istilah tersebut. Karena itu, dalam penerapan disiplin, Anda harus menjadi contoh yang baik bagi anak terlebih dahulu, sebelum mengajarkan disiplin.

Seringnya, contoh yang baik dan dikerjakan oleh orang tua sendiri kepada dirinya, lebih mudah diikuti daripada hanya memberi pemahaman.

Menerapkan disiplin memang tidak hanya untuk satu waktu, tetapi berkelanjutan hingga dia besar nanti. Karena itu, dibutuhkan kesabaran dan semangat yang tinggi dalam melakukannya.

Jangan lupa untuk mengimbangi pembelajarannya dalam berdisiplin dengan nutrisi perkembangan otak. Dengan gizi seimbang, kegiatan fisik dan susu dari Morinaga Platinum yang kaya akan formula baik untuk tumbuh kembang anak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *