Tanya Dokter Kehamilan – Tips Agar Bayi Selamat Saat Persalinan

lili 0
tanya dokter kehamilan

Bayi meninggal beberapa jam pasca dilahirkan memang menjadi kesedihan yang paling mendalam bagi semua orangtua. Terlebih-lebih bila faktor yang mempengaruhi masih belum banyak diketahui. Beberapa ibu mendapati air ketubannya berwarna hijau keruh sehingga mereka kerap khawatir kalau ini menjadi penyebab utama bayi meninggal pasca dilahirkan. Nah, sebenarnya apa saja faktor pemicu bayi meninggal? Berikut ini adalah ulasan singkat dari sesi Tanya Dokter Kehamilan di situs resmi Prenagen.

Apa Saja Faktor Yang Memperbesar Bayi Meninggal Pasca Dilahirkan?

Ada beberapa faktor utama yang harus Anda pahami kenapa resiko bayi meninggal bisa tinggi, antara lain faktor ibu, faktor tali pusat atau janin, dan plasenta.

Faktor Ibu

Faktor ini didasari oleh penyakit yang dibawa oleh ibu yang akhirnya mempengaruhi kesehatan janin. Saat sang ibu membawa faktor ini, janin akan mengalami stres atau gawat janin. Salah satu yang paling umum adalah hipertensi, infeksi virus, autoimun, gangguan pernapasan, diabetes melitus gestasional, dan sebagainya.

Faktor Janin

Faktor ini bisa dipicu oleh kelainan organ yang terbentuk misalnya jantung, paru-paru dsb. Karena organ yang tidak sempurna ini, janin kesulitan bertahan setelah terpisah dari rahim ibunya dan akhirnya ia meninggal beberapa jam setelah dilahirkan.

Faktor Tali Pusat/Plasenta

Adanya gangguan aliran darah dari ibu ke bayi dalam kandungan, atau gangguan implantasi plasenta pada rahim Anda bisa mengganggu pasokan makanan dan oksigen ke bayi. Akhirnya proses tumbuh kembang janin jadi tidak sempurna. Kondisi insufisiensi utero-plasenta ini memiliki dampak yang besar pada pertumbuhan calon buah hati. Beberapa hal yang paling sering terjadi adalah gawat janin, air ketuban yang berkurang dan juga kematian janin di dalam kandungan.

Kenapa Air Ketuban Berwarna Keruh Kehijauan?

Dengan kondisi yang tidak mendukung janin untuk tumbuh sehat, ia akan stres dan kemudian mengeluarkan kotoran dari saluran pencernaan bernama mekonium. Mekonium inilah yang membuat air ketuban di dalam kandungan berwarna kehijauan. Hal lain yang menyebabkan air ketuban berubah warna menjadi kehijauan adalah karena infeksi akibat ketuban pecah. Namun pada kasus ini, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada resiko lain. Setelah memahami faktor yang mendasari nantinya bisa dicegah saat terjadi kehamilan selanjutnya.

Apa Yang Harus Dilakukan Agar Bayi Tidak Meninggal Dan Air Ketuban Tidak Hijau?

Dalam hal lifestyle, sebenarnya tidak ada aturan khusus yang harus dilakukan para ibu. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga kesehatan fisik dan mental tetap sehat. Anda wajib juga mentaati saran yang diberikan oleh dokter mengenai berbagai diet dan olahraga yang diperbolehkan untuk ibu hamil. Beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi antara lain:

  • Karbohidrat kompleks seperti singkong, gandum beras merah dsb.
  • Perbanyak makan makanan berprotein tinggi dari sayur dan buah.
  • Makanan makanan laut sebanyak 340gr per minggu dan hindari jenis ikan yang punya kadar merkusi tinggi.
  • Konsumsi makanan yang kaya akan asam folat, zat besi, kalsium dan protein.
  • Konsumsi suplemen tambahan khusus ibu hamil dan perhatikan dosis yang dianjurkan.

Upaya yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan janin dan ibu adalah dengan sering melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan atau bidan. Pemeriksaan kehamilan ini merupakan yang paling penting supaya kondisi kesehatan terkini bisa terus dipantau.

Pemeriksaan kehamilan atau asuhan antenatal adalah untuk memastikan agar kehamilan sehat dan aman bagi ibu dan bayi. Dalam hal ini dokter akan melakukan tes fisik, pemeriksaan penunjang seperti USG dan lab serta wawancara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *